Passion dan Realita?

ArdiGK- Pada artikel kali ini AG ingin membahas tentang Passion dan Realita
Saudaraku semua apakah pernah merasakan kebingungan antara memilih passion atau memaksimalkan realita yang ada, semisal contoh anda memiliki passion di bidang otomotif tetapi sekarang anda bekerja jauh dari dunia otomotif. Nah yang ingin AG bahas adalah antara passion dan realita tadi. Passion secara arti bahasa adalah gairah Secara istilah passion adalah perasaan emosional, antusiasme dan hasrat yang kuat terhadap suatu hal. Passion tentu tidak sama dengan hobi yang sifatnya lebih kepada hiburan atau kesenangan. Saat anda menyukai sesuatu dan ingin menekuninya lebih dalam bahkan ingin hal tersebut menjadi jalan hidup anda, maka itulah passion anda jadi bukan hanya sekadar senang-senang.

www-tradingforexgold-net-passion-1024x799-5725b3a9f29673340792f994.jpg
wp-1475670876521.jpeg

banyak banget kutipan iklan atau motivasi yang menyuruh kita buat follow passion yang kita miliki, kerja juga harus sesuai passion. Sehingga ada anggapan sukses bisa gitu aja datang dengan mudah ke kita karena passion yang kita ikuti. Apalagi kalo kita sudah mengejar passion, berarti kita udah separuh jalan menuju sukses gitu? Well tak sepenuhnya benar dan juga tak sepenuhnya salah.
Baik, jadi kita mengejar passion yang kita mau apakah kita yakin passion kita baik untuk kita atau engga? Apakah passion mu itu benar yang kamu inginkan atau karena emosi sesaat membuat mu ingin ini itu?
IMG_20170924_150416_HDR.jpg
Bagi kita yang masih bujang tentu passion masih bisa kita paksakan karena kita masih bertanggung jawab dengan diri sendiri, semisal kerja dan kamu merasa tidak sesuai passion kamu pasti lebih mudah untuk resign, bukan begitu? tetapi kita sudah berkeluarga terutama laki-laki yang harus menafkahi keluarga. Disini nih pilihan antara passion dan realita kita mulai bertabrakan. Kamu mulai berusaha mencari kerja apapun asalkan kamu digaji. resiko mencari pekerjaan yang asal ada tersebut hanyalah berusaha mencintai pekerjaan, bekerja sekadar bekerja saja atau karena tidak bisa membedakan antara betah dan butuh?
Passion menurut AG pribadi akan berhasil menjadi pegangan kalau ada persyaratan mulai dari apakah passion yang kita lakukan itu benar, kemudian apakah kita benar-benar memiliki kemampuan yang mumpuni di passion kita, dan apakah kita bisa me "market" kan passion kita.

Baik tulisan ini juga bukan berarti menyuruh reader semua untuk pasrah saja. Tentu juga ga sebodoh itu. hehe
Intinya kita harus mengejar apa yang kita inginkan tetapi juga tidak lupa mensyukuri dan memaksimalkan apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Tentu akan lebih baik jika kita berprinsip Kita harus mengejar Akhirat tetapi tidak melupakan dunia, bukan malah terbalik mengejar dunia dan melupakan Akhirat. Entah meskipun banyak yang menolak tapi bagi AG agama adalah hal yang sangat penting sesuai agama masing-masing. Jadi semisal ada yang mengatakan negara indonesia ini bukan negara agama menurut AG itu adalah hal yang bodoh. hehe Karena agama adalah sebaik-baiknya penolong tentu sesuai keyakinan agama masing-masing.


IMG_20170924_151711_HDR_wm.jpg
Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah begitu banyak memberikan nikmat untuk para hamba-Nya. Akan tetapi, apakah kita sudah merenungkan semua nikmat pemberian dari Allah tersebut?. Jika kita coba merenungi, maka bisa ditemukan begitu banyak nikmat yang Allah berikan untuk kita semua seperti contohnya nikmat kesehatan sehingga kita bisa menggerakan tubuh untuk beraktivitas sampai pada nikmat Iman dan Islam. Jadi tak perlu bersedih ketika kita mengharapkan passion kita menjadi hidup kita belum atau tidak terwujud, karena kita tetap harus mensyukuri nikmat dari Allah. Karena apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah jadi jangan lupa bersyukur.


“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qs. An Nahl: 18].
Selain itu ada pula dalil di dalam Al – Qur’an tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, yaitu:
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah.” [QS Al Baqarah: 172]
Last, mengejar passion itu terserah kita masing-masing jika berhasil Alhamdulilah jika belum maka bersabarlah dan akhirnya jika tidak berhasil jangan lupa mensyukuri nikmat Allah lain yang telah diberikan kepada kita. Salam Indonesia..

0 Response to "Passion dan Realita?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel