Bagaiamana Cara Berteman, dan kriteria teman yang berkualitas?


Banyak sebagian dari kita yang orangnya supel, welcome dan mudah bergaul. Tipe seperti ini biasanya punya banyak teman dan bisa jadi terkenal di lingkungan tertentu semisal kampus. Tetapi ada juga yang orang nya tidak pandai bergaul memiliki sedikit teman, tetapi sebenarnya bukan karena tidak mau berteman hanya saja dia memiliki style atau cara berteman yang berbeda. Jadi semisal ada teman satu kampus, kantor atau tempat lainnya yang kurang supel jangan langsung memberikan judgement bahwa dia orang yang tidak suka berteman.
Sumber : pixabay.com
Lalu bagaimana cara berteman yang baik? Buat apa punya banyak teman tapi hanya segelintir yang “real friends not fake friends”. Zaman sekarang banyak sekali orang yang mau dekat dengan kita karena “ada maunya” alias karena You’ve got something that they’re need. Bukannya mengajak untuk berprasangka buruk terhadap orang lain, tetapi ini adalah realitas “Jaman Now”.

Memilih-milih teman itu tidak baik apabila kamu memilih berdasarkan suku, agama, ras dan sejenisnya. Tetapi memilih teman dari hati itu yang tepat, memang baik dari hati termasuk abstract tapi setiap dari kamu pasti punya feeling akan hal teman yang baik dari hati dan buruk dari hati karena ada maunya. Buat apa berteman dengan orang yang ada di saat senang? Kalau kita sedang terpuruk apakah dia benar-benar ada untuk kita? Belum tentu.

Itulah sebabnya mengapa kita perlu untuk memilih teman yang baik. Lebih baik punya sedikit teman tapi jujur, daripada punya banyak teman tetapi tidak jujur, tetapi punya teman banyak dan jujur, siap membantumu saat diatas atau terpuruk tentu semakin baik juga saling membicarakan keburukan di belakang. Tentu itu bukan pertemanan yang baik.

Lalu kriteria teman yang baik itu apa saja?

1. Ada di saat suka dan duka
Sumber : pixabay.com
Wah ini bukan berarti dia harus selalu ada ya, apalagi kalau kalian sama-sama sudah berkeluarga. Tetapi yang dimaksud adalah ketika kamu dalam keadaan suka dia juga akan ikut berbahagia bersamamu, begitu juga sebaliknya Teman yang mau mendengarkan curhatanmu kamu di saat kamu sedih dan mau menolongmu di saat kamu membutuhkan pertolongan. That’s what real friend are for.

2. Mensupportmu, mengingatkanmu bukan hanya mencoba menutupi kesalahanmu
Sumber : pixabay.com
Oke, mungkin ketika temanmu membentakmu dengan nada tinggi ketika mengingatkanmu saat kamu melakukan kesalahan, bisa jadi kamu malah emosi juga. Tetapi, bisa jadi temanmu begitu karena tidak ingin kamu terjerumus dalam kesalahan yang bisa jadi membuatmu akan menyesal. Ingat dulu saat waktu ardigk.com masih kuliah, teman-teman di MAPALA ketika mengingatkan terhadap kesalahan dengan nada yang tinggi apalagi ketika kesalahan tersebut tergolong fatal, tetapi bukan berarti karena membenci ardigk.com ini hanya karena mereka peduli. Bahkan dulu pernah sampai berantem saling pukul memukul tetapi apakah kita menjadi bermusuhan? Tentu tidak bahkan kami tetap berteman baik sampai sekarang meski berpisah tempat. Jadi kalau ada temanmu yang ceplas-ceplos didepanmu ketika mengingatkan tetapi ketika didepan banyak orang tidak mencoba menjatuhkanmu berarti dia adalah teman yang baik.

3. Baik di depan dan belakang
Sumber : pixabay.com
Intinya teman tipe ini adalah teman yang baik ketika di depanmu dan tidak menjelakan ketika di belakangmu, kalau bahasa kerennya adalah tidak menusuk dari belakang. Lebih baik kalau seperti ini kita harus berhati-hati, tetapi jangan membencinya.

4. Berteman dengan Jujur
Sumber : pixabay.com
Teman yang baik itu harus jujur. Hubungan pertemanan yang baik itu juga harus dilandasi dengan kejujuran. Untuk apa berteman kalau tidak bisa jujur? Yang ada kamu hanya akan saling berbohong dalam segala hal dan bisa jadi malah saling merugikan satu sama lain. Beruntunglah orang-orang yang memiliki teman yang jujur, karena kejujuran itu sangat mahal harganya.

Sebenarnya dengan siap kita berteman juga dengan mudah mengetahui cermina diri kita masing-masing. Cukup dengan melihat bersama siapa saja anda sering bergaul, seperti itulah cerminan diri kita begitu juga sebaliknya. Kenyataan ini juga telah dipaparkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ
Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin.

1 Response to "Bagaiamana Cara Berteman, dan kriteria teman yang berkualitas?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel