Pelanggaran terhadap Aturan atau kesenjangan Sosial???


Baik pos kali ini mungkin sangat subyektif dari penulis, tetapi hanya sedikit mengeluarkan uneg-uneg saja. Mungkin juga beberapa bikers juga merasakannya.
Sumber Foto : Mbah Dukun (http://indobikermags.com/)
Nah diatas terlihat jelas ada sebuah pelanggaran lalu lintas, yaitu melawan arus ditambah masuk jalur busway dan menurut saya ini adalah kebodohan nyata bahay bro. Terliha jelas juga bahwa tidak ada moge. hehe
Attitude, atau attitude seorang biker atau pengendara motor adalah sesuatu yang penting. Bisa saja seseorang punya motor mahalnya hingga hanya beberapa orang saja yang bisa memiliki, bisa saja seseorang punya kemampuan berkendara atau ridding skill expert, tapi kalo mental dan attitude kaya diatas ya tetap saja sebuah kebobrokan. Bayangkan saja coba kalau itu moge generalisasi menganggap semua moge tidak taat aturan, arogan dan lain-lain. Tetapi disaat yang sama, pelanggaran motor masuk busway tidak ada yang protes dan misalkan ada tidak se-booming kalau moge termasuk foto ini.
Contoh

Sumber Foto : https://daerah.sindonews.com
Foto diatas adalah kejadian penghadangan pengendara sepeda Erlanto Wijoyono saat menghadang konvoi Harley di Perempatan Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta. Erlanto Wijoyono  dan beberapa pesepeda meminta agar rombongan moge tersebut mematuhi rambu lalu lintas, meski mendapat pengawalan polisi. Kalau dulu saya baca berita ini tidak jelas yang dimaksud tidak patuhnya dimana. hehe
Nah, ketika ada kejadian motor kecil atau mocil melanggar seperti naik jalur penyeberangan, kemudian masuk jalur busway tidak ada aksi itu menghadang dan lain-lain.
Sumber Foto : https://statik.tempo.co/
Ada satu hal lagi yang mengusik AG yaitu ketika ada moge yang melanggar peraturan lalu lintas, selalu ada kalimat “mentang-mentang orang kaya punya moge terus seenaknya naik motor dan melanggar lalu lintas”. Oke, AG tidak yakin ini kalau benar-benar murni 100% membenci karena pelanggarannya tetapi karena faktor kecemburuan ekonomi juga. Bukan bermaksud menghina tetapi memang di negara ini, masih banyak kejadian seperti ini. hehe
Karena ketimpangan ekonomi setahu AG di indonesia ini masih tinggi.
Entah menurut Ahli benar atau tidak tapi menurut AG sendiri benar, pernah terjadi di daerah Ring Road Yogyakarta ketika ada rombongan moge yang kecelakaan malah orang-orang mencaci maki, "ben kapok mentang-mentang sugih njungkel sisan wae" kalimat umpatan yang artinya kurang lebih "Rasain mentang-mentang orang kaya seenaknya sendiri.
Bukan maksud AG membela Moge, atau karena AG punya moge, Jelas AG ga punya moge. Tapi adanya Motor Berat yaitu Bajaj Pulsar 220 saja. haha
Bagi para bikers dari segara kalangan baik moge atau mocil keep safety riding dan tertib mulai dari diri kita masing.



2 Responses to "Pelanggaran terhadap Aturan atau kesenjangan Sosial???"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel