Jodoh adalah Cerminan Diri


Bismillah
Jodoh adalah Cerminan Diri?
ardigk.com touring bersama istri
Ketika orang sering mengatakan bahwa, jodoh adalah cerminan diri, maka, aku melogikakannya secara gamblang. Aku mempraktekannya di depan cermin sebagaimana perumpamaan mengenai jodoh.
aku adalah yang bercermin sementara jodohku adalah bayangku di cermin. kita satu, tapi pada zona yang berbeda. kita masing masing tetapi kita satu.
Aku mulai bercermin.
Sumber : http://thayyiba.com
Ketika aku bercermin, ada mendapati beberapa hal.
aku mendapati wajahku blur dicermin, aku perhatikan pada cerminku ternyata ia berdebu, padahal aku membutuhkan detail wajahku. Baiklah, berarti aku harus membersihkan cerminku, mengelapnya dengan benar hingga cerminku bersih lalu nampaklah dengan jelas wajah ayuku.
[poin] Dalam hal jodoh, hal diatas sebagai perumpamaannya, jika pada suatu waktu aku mendapati pasanganku terasa mengjengkelkan, aku lah yang harus membersihkan faktor yg membuat ku jengkel dan menghilangkannya (seperti aku menghilangkan debu pada cermin agar aku dapat melihat detail ayu ku). Jadi, diriku sendirilah yg sebenarnya perlu memperbaiki cara pandanganku terhadap pasanganku (yakni dengan cara mengelap cerminku itu sampai bersih. aku sendirilah yang butuh melihat detail wajahku. karna itulah tujuanku bercermin)
Saat ardigk.com touring bersama istri
Setelah cermin ku bersih, detail wajah ayuku benar benar nampak jelas. Tapi rupanya aku mendapati wajahku kusam tak terawat. Ada jerawat sedikit, ada kantung mata. Ternyata wajahku juga kering, ada keriput pula.... Aku pikir aku harus melakukan perawatan rutin. tentunya aku harus merawatnya dengan sabar konsisten untuk hasil yang maksimal.

(Baca Juga : 5 Hal Kecil Cara Membahagiakan Istri)

[poin] dan lagi, sekarang aku melihat pasanganku ada kekurangan disana sini. Maka aku lalu sadar, bahwa aku pun punya kekurangan. Atau bisa aku maknai bahwa kekurangan pasangan adalah kekurangan pada diriku juga. Sadar lagi bahwa aku yang harus mempelajari, apa kekurangan pasanganku dan bagaimana aku mengatasinya. Tentunya terlebih dahulu kita mengintrospeksi diri kita sendiri dan mendamaikan gejolak batin dengan kekurangan diri sendiri (karna mendapati wajah kusam, berjerawat, kering, dst). Dengan cara apa? aku sendirilah yang harus mencarinya. Karna dari diriku sendirilah yang sebenarnya membutuhkan perbaikan diri.
Sumber : Pixabay.com
Aku harus mulai untuk rajin beristiqfar, menambah solat dalam sehari, menambah hafalan, mentarget amal amal soleh dalam sehari dst. Tentu saja dengan memperbaiki sikap juga terhadap pasangan (karna aku sendirilah yang membutuhkan masalah pada wajahku itu teratasi). Yang paling utama, aku harus merawat imanku, maksudnya aku yang harus menjaga keimananku. Jika aku sudah menjaga imanku, maka rasa kecewa yang muncul akan cepat hilang, rasa sedih tidak akan berlarut. Akhirnya, pada pasangan, hanya ada yang baik saja yang kita lihat. Karena kita melihatnya dengan iman (dan sekarang, masalah pada wajahku perlahan teratasi ia kembali berseri, karna aku sudah melakukan perawatan luar dalam untuk wajahku)
Sekian semoga terjemahan dari perumpaan itu terjawab. Semoga kita cerdas dalam 'bercermin' ! Aamiin
Karena Jodoh adalah Cerminan Diri 

ditulis Oleh Piacenza Roseviar Arkhamia (Istri www.ardigk.com)

0 Response to "Jodoh adalah Cerminan Diri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel