Dampak dari data Facebook yang tercuri

Sumber : getty images

Dampak dari kasus facebook yang mengalami kebocoran data atau mungkin bisa dikatakan bahwa facebook telah dicuri data-datanya, menyebabkan kepercayaan public terhadap facebook juga menurun.

Pada saat Mark Zuckerberg pada hari Selasa (10/4), terlihat sedikit tegang dan under pressure meskipun banyak “akward moment” saat siding bahkan sampai banyak dijadikan meme. Recode.net  mempublikasikan jajak pendapat baru atau survey yang menunjukkan perusahaan teknologi mana yang paling tidak dipercaya saat menangani data pribadi kita, dan munculah facebook sebagai perusahaan technology yang tidak dipercaya.

Responden survei Recode diminta untuk memilih perusahaan mana yang paling mereka percayai dengan informasi pribadi mereka, dari daftar Amazon, Apple, Facebook, Google, Lyft, Microsoft, Netflix, Tesla, Twitter, Snap, dan Uber.

Lima puluh enam persen responden menempatkan Facebook, dan Google berada 5% dibawahnya. Uber dan Twitter di posisi 3 bertiga dengan 3 persen, sementara Snap, Apple dan Amazon dibawahnya. Sedangkan Microsoft, Lyft, Tesla dan Netflix, yang tidak menghasilkan cukup tanggapan jadi bisa dikatakan bahwa respinden percaya mereka.

Data facebook yang dicari berdasarkan negara
Dari grafik diatas dapat terlihat bahwa Indonesia termasuk pengguna terbesar facebook yang datanya juga ikut tercuri. Kabar kecolongan data pengguna Facebook oleh Cube You pun sampai ke Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Ia pun mendesak Facebook untuk segera melaporkan data pengguna Indonesia yang bocor di tangan Cube You. Saya baru update tadi pagi, ada lagi aplikasi yang mirip Cambridge Analytica. Tapi saya sudah telepon Facebook, tolong secepatnya kalau ada yang berkaitan dengan data pengguna Facebook Indonesia, sampaikan kepada kami," ujar Rudiantara di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Meskipun, Rudiantara tidak memberikan batas waktu laporan tersebut kepada Facebook. Ia tetap yakin, perusahaan sekaliber Facebook, berkomitmen terhadap regulasi yang ada di Indonesia. "Tapi soal transparansi, perusahaan sekelas Facebook yang sudah listed di New York dan yang nilai kapitalisasi pasarnya ratusan triliun rupiah pasti enggak akan main-main dengan regulasi," lanjut Rudiantara. Teguran tertulis dan lisan telah diberikan Kemenkominfo, namun baru terkait kebocoran Cambridge Anlytica saja. Tetapi memang jumlah laporan berapa banyak data yang tercuri dari facebook belum diketahui secara pasti  "Dari teguran tertulis yang kami keluarkan, kami minta kepada Facebook untuk update terus mengenai jumlah data dari pengguna berasal dari Indonesia (yang bocor ke Cambridge Analytica). Sebab, angkanya kan berubah," ujar Rudiantara.

Sumber : 



0 Response to "Dampak dari data Facebook yang tercuri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel